Insiden hilangnya 200 kilogram rendang yang dimasak oleh Willie Salim untuk acara buka puasa bersama warga Palembang menyita perhatian banyak pihak. Bobon Santoso, seorang konten kreator kuliner, ikut memberikan pandangannya mengenai kejadian ini. Menurut Bobon, ada beberapa hal yang terasa janggal dalam peristiwa tersebut.
Bobon menyoroti kurangnya persiapan yang matang dari pihak penyelenggara, khususnya Willie Salim. Ia menyebutkan bahwa Willie Salim seharusnya melakukan survei lokasi terlebih dahulu sebelum acara dimulai. Hal ini untuk memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan lancar. Salah satu poin yang dipertanyakan Bobon adalah waktu dimulainya proses memasak yang dianggap kurang ideal. Daging rendang baru dimasukkan ke dalam kuali pada pukul 19.00 WIB, setelah waktu berbuka puasa.
Selain itu, Bobon juga menilai bahwa ada ketidaktepatan dalam pengelolaan acara, seperti keputusan Willie Salim yang meninggalkan lokasi untuk ke toilet pada saat proses memasak berlangsung. Menurut Bobon, ini bisa menimbulkan kesan bahwa insiden tersebut lebih mengarah pada konten media sosial ketimbang persiapan acara yang serius.
Bobon juga berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama content creator, untuk lebih berhati-hati dalam melaksanakan acara dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Ia juga menyarankan agar para kreator konten lebih memperhatikan dampak jangka panjang dari setiap acara yang mereka buat, agar tidak merugikan nama baik dan integritas komunitas.
Dalam kesempatan ini, Bobon menyatakan akan segera bertemu dengan Willie Salim untuk berdiskusi lebih lanjut tentang kejadian ini dan mencari solusi terbaik ke depannya.
Insiden hilangnya 200 kilogram rendang ini tentunya menjadi bahan pembicaraan yang menarik di kalangan netizen dan masyarakat, dengan berbagai reaksi bermunculan terkait kelalaian yang terjadi di balik layar acara tersebut.
Tinggalkan Balasan